Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh langsung memerintahkan Ismail Zainuddin yang baru saja dilantik sebagai sekretaris provinsi (sekprov) definitif, untuk mengamankan APBD Sulbar. Orang nomor satu di Sulbar ini menyebutkan, untuk mewujudkan itu, Sekprov harus selalu berkoordinasi dengan semua pihak.“Sekprov harus berkoordinasi dengan semua pimpinan daerah, seperti Ketua DPRD dan Wakil Gubernur Sulbar, untuk mengamankan APBD. Karena itu,ke depan,birokrasi di Sulbar dan lima kabupatennya akan berdaya saing,”kata dia dalam sambutannya, kemarin.
Dia juga meminta mengintensifkan jalur-jalur koo-rdinasi, baik vertikal maupun horizontal. Usia Sulbar yang baru delapan tahun merupakan upaya kerja keras semua pihak sehingga tata kelolanya harus bebas KKN. Anwar juga meminta Ismail dalam posisinya sebagai sekprov, mengendalikan seluruh kebijakan pimpinan yang melekat kepada para pejabat eselon II secara baik.“Secara administrasi, tidak boleh ada satu pun yang lepas kendali. Pasalnya, kinerja sebaik apa pun tanpa diimbangi dengan sistem administrasi dengan baik, Sulbar tetap akan berada di peringkat bawah,”paparnya.
Sosialisasikan dan dorong dengan baik budaya malu,yakni malu ditegur pimpinan, malu diberi sanksi apa pun dari pimpinan, dan malu dipanggil lembaga pemeriksa. Ketua DPD I Golkar Sulbar ini juga menegaskan, Sekprov menegakkan disiplin sebagai lagu yang enak didengar dan setiap upacara selalu dibacakan Sapta Setia Korpri. Jabatan eselon I merupakan satu-satunya di tingkat provinsi se-Indonesia. Karena itu, Sekprov adalah jabatan strategis dan diinginkan semua PNS.
“Tetapi, tidak semua orang bisa menduduki jabatan itu.Ini hanya diisi satu orang sehingga butuh pertimbangan baik yang mengusulkan maupun yang diusulkan,” tuturnya. Alasan strategis itulah untuk lebih dulu melantik sekprov daripada memutasi para pejabat eselon II di lingkup Pemprov Sulbar. Menanggapi instruksi itu, Ismail mengaku siap melaksanakan dengan sebaik-baiknya. Sesuai kemampuan yang dimilikinya. Dia juga meminta semua pihak bisa bekerja sama.
Artinya, kontrol dan masukan yang positif tanpa mendiskreditkan pejabat atau figur seseorang. “Itu semua sudah konsekuensi jabatan sekprov. Sebagai staf, saya akan melaksanakannya sebaik mungkin,” ujar mantan Kepala Dinas Pen-didikan Sulbar ini